Sabtu, 04 Mei 2013

Tip dan Trik Mengurangi Jumlah Sampah Makanan (Food Waste) Skala Rumah Tangga



Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul “Fakta Tentang Sampah Makanan (Food Waste)

Seperti dijelaskan dalam tulisan sebelumnya, bahwa begitu luar biasanya jumlah makanan yang terbuang percuma dan menjadi limbah/sampah, yang akhirnya menjadi masalah besar bagi kehidupan kita saat ini. Oleh karena itu, sudah saatnya, kita merubah kebiasaan dan bertindak lebih arif dan bijak terhadap makanan. 

Berikut ini beberapa tip dan trik yang bisa anda ikuti untuk mengurangi jumlah limbah/sampah makanan dalam rumah tangga anda:

1. Menyusun Menu Mingguan dan Daftar Belanja
    Artikel
  • Susunlah menu mingguan termasuk menu makan/sarapan pagi dan bekal makan siang keluarga anda. Tuliskan semua bahan yang diperlukan, periksalah tempat penyimpanan makanan/lemari pendingin anda, catatlah jenis dan jumlah bahan makanan yang masih tersedia untuk menghindari anda membeli jenis makanan yang sama.
  • Biasakanlah untuk disiplin dan mentaati daftar belanjaan anda. Beli sesuai dengan yang anda butuhkan.
  • Perhatikan pula kapasitas ruang penyimpanan makanan anda, sebelum anda berbelanja.
  • Perhatikan selalu label kadaluarsa bahan makanan yang akan anda beli. Tanggal kadaluarsa biasanya dicetak/ditulis setelah tulisan “expired date” (tanggal kadaluarsa) atau “best used before(baik digunakan sebelum), berupa kode yang menunjukkan tanggal, bulan, tahun. Cara penulisannya bisa berbeda-beda, bisa seperti kode : 031209, atau disingkat : 03 Des 09 atau secara lengkap : 03 Desember 2009. “Best before” memiliki arti bahwa tanggal yang tercantum merupakan tanggal di mana suatu produk masih layak dikonsumsi meskipun telah melewati batas tanggal yang tertera, namun jika keadaan produk (makanan) tersebut sudah tidak segar atau tidak sebaik jika dikonsumsi sebelum tanggal yang tertera. Namun, anda tetap harus
    Artikel
    mewaspadai perubahan bentuk, warna atau rasa dari produk tersebut. Sementara “Use by” menunjukkan tanggal di mana produk tersebut sudah tidak dapat dikonsumsi lagi. Umumnya produk yang menggunakan kata “use by” adalah produk dengan waktu kadaluarsa yang relatif pendek seperti susu hasil pasteurisasi, keju lunak maupun makanan cepat saji. Tanggal kadaluarsa pada makanan/minuman adalah ketika kemasannya masih dalam keadaan tertutup atau masih tersegel. Jadi, untuk makanan yang sudah dibuka, tanggal kadaluarsa tidak berlaku lagi. Anda tetap harus memperhatikan cara penyimpanan dan selalu memastikan tidak ada perubahan warna, bau dan rasa dari makanan atau minuman tersebut. 
  • Hindari untuk membeli makanan yang mudah basi, jika memang tidak akan segera dikonsumsi.
2. Pelajari Tatacara Penyimpanan Makanan Yang Baik
  • Pada intinya semua makanan yang mudah rusak dan makanan yang telah dimasak harus disimpan di lemari es. Hal ini dimaksudkan tidak hanya akan mencegah pertumbuhan bakteri yang menyebabkan keracunan pada makanan, tetapi juga akan mengurangi proses waktu pembusukan.
  • Jika tersedia, bacalah petunjuk penyimpanan dari setiap bahan makanan yang anda beli.
  • Simpan daging mentah, ikan dan unggas di tempat yang terdingin.
    Artikel
  • Selalu menyimpan makanan matang di atas makanan mentah (terutama daging, ikan dan unggas), untuk menghindari terjadinya kontaminasi makanan. Jika memang anda harus menyimpan makanan mentah di rak yang lebih tinggi, tempatkanlah dalam kemasan/wadah tertutup dan anti bocor. Hindari pula menyimpan makanan mentah dan matang dalam satu rak yang sama.
  • Jangan sesaki lemari pendingin anda melebihi kapasitas yang ada, karena hal ini akan berdampak pada penurunan suhu lemari pendingin, sehingga proses pendinginan menjadi tidak sempurna.
  • Aturlah penyimpanan dengan sistem FIFO (First In First Out), makanan yang disimpan lebih awal lebih dulu dipergunakan.
  • Sebaiknya buatlah catatan mengenai waktu penyimpanan, jenis, dan jumlah bahan makanan yang tersimpan di dalam lemari pendingin anda serta selalu diperbarui setiap saat, hal ini berguna agar tidak ada makanan yang terlupakan dan menjadi terbuang percuma.
3. Pengolahan Makanan
  • Masaklah makanan sesuai porsi yang dibutuhkan, jangan sampai memasak terlalu berlebihan, jika perlu gunakan Everyday Perfect Portions Planning Tool untuk membantu menghitung jumlah porsi yang tepat.
  • Untuk semua anggota keluarga anda, biasakanlah untuk mengambil makanan dalam porsi kecil, jika sekiranya kurang masih bisa menambah lagi.
  • Jika masih ada makanan yang tersisa/tidak habis dikonsumsi, simpanlah dengan baik, agar bisa disajikan kembali atau dimasak ulang dengan resep yang berbeda.
4. Komposting

Disadari bahwa limbah makanan tidak bisa dihindari sepenuhnya, jadi mengapa anda tidak membuat kompos dari limbah/sampah makanan anda? 

Ikuti tulisan berikutnya mengenai cara pembuatan kompos skala rumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar