Rabu, 30 September 2015

Cara Aman Membuang Minyak Goreng Bekas


Minyak goreng adalah satu kebutuhan tak terhindarkan di dapur, apalagi untuk menyiapkan kuliner Indonesia. Mulai dari menumis bumbu halus, menggoreng kerupuk, hingga menggoreng camilan sore hari, minyak goreng berperan sangat besar di dapur.

Tentunya untuk berhemat, tidak ada salahnya menggunakan minyak goreng beberapa kali asal minyak telah disaring hingga bersih sebelum dipakai lagi. Namun ada saatnya minyak goreng tidak bisa dipakai lagi dan harus dibuang. Beberapa tanda bahwa minyak goreng sudah sebaiknya tidak dipakai lagi adalah jika terdapat buih di permukaan minyak, minyak mudah menghasilkan asap ketika dipanaskan, warna gelap dan keruh, serta aroma tak sedap meski sudah disaring.


Dampak Minyak Goreng Tua

Asap yang timbul pada saat Anda menggoreng tentu menyebabkan ketidaknyamanan karena selain membuat napas sesak, mata perih, ruangan berbau tak sedap, dinding dan atap dalam rumah berubah warna kekuningan, pakaian pun menjadi berbau apek karena asap minyak goreng bercampur keringat. Cara menghilangkan bau apek pada baju yang ampuh adalah mencucinya. Oleh karena itu, hindari menggantung cucian di dalam rumah atau di dekat sumber asap, termasuk dapur. Sebisa mungkin tutup pintu kamar dan ruang-ruang lain agar asap tidak menyebar dan mencemari benda-benda di ruang lain.

Seusai menggoreng, buka jendela atau pintu keluar rumah agar sirkulasi udara menjadi lancar dan segera menggantikan aroma bekas menggoreng di dalam rumah. Untuk baju, mencuci baju yang Anda kenakan saat menggoreng sesuai dengan label perawatannya adalah cara menghilangkan bau apek pada baju yang paling efektif. Semakin cepat baju dicuci, semakin kecil kemungkinan bau apek menempel terlalu erat di serat kain. Mengeringkannya di bawah sinar matahari atau mengangin-anginkan pakaian seusai dicuci juga disarankan sebagai cara menghilangkan bau apek pada baju.

Cara Aman Membuang Minyak Goreng Bekas

Lalu apa yang perlu dilakukan dengan minyak goreng bekas? Berikut ini ada lima langkah untuk membuang minyak goreng bekas secara aman:

  1. Tunggu hingga dingin. Diamkan minyak goreng bekas di wajan atau wadah antipanas hingga benar-benar dingin. Waktu yang diperlukan untuk mendinginkannya tergantung pada jumlahnya, mungkin bisa sampai semalaman.
  2. Hindari membuang di wastafel cuci piring atau saluran air. Membuang minyak di saluran pembuangan air kotor saat mencuci piring sepintas terlihat sebagai pilihan paling praktis. Tapi sebaiknya hal ini dihindari karena minyak bisa menggumpal saat sudah dingin atau terkena air dingin dan akhirnya menyumbat saluran air.
  3. Gunakan tisu dapur atau koran bekas. Jika minyak bekas yang tertinggal di wajan hanya sedikit, tunggu hingga minyak benar-benar dingin, lalu serap dengan tisu dapur atau koran bekas, kemudian buang ke tempat sampah.
  4. Tampung dalam wadah tahan bocor. Manfaatkan botol plastik, kaleng bekas atau kantong berbahan aluminium bekas bungkus jajanan anak-anak. Usahakan memakai kaleng bekas yang bisa ditutup atau kantong yang bisa diikat. Anda juga bisa memanfaatkan wadah berbahan kaca seperti botol bekas selai, tapi hati-hati karena bahan ini bisa pecah. Tutup atau ikat erat-erat wadah atau kantong agar minyak tidak tumpah, lalu buang ke tong sampah di luar rumah. Anda bisa merangkapinya dengan kantong plastik yang diikat kencang.
  5. Bekukan agar lebih aman. Sebelum membuangnya ke tong sampah, Anda bisa juga membekukan minyak goreng bekas yang sudah ditampung dan ditutup erat. Menyimpannya di dalam kulkas kadang sudah cukup untuk membekukan minyak, namun Anda bisa juga memasukkannya ke dalam freezer agar lebih cepat membeku. Minyak yang telah beku akan lebih praktis dan aman dibuang di tong sampah. Untuk berjaga-jaga ketika minyak meleleh karena panas matahari, bungkus wadah minyak beku dengan kantong palstik yang diikat erat.

Mengetahui cara yang benar untuk membuang minyak goreng bekas ini sangat penting agar saluran pembuangan air tidak tersumbat gumpalan minyak sekaligus membantu petugas kebersihan agar tidak perlu khawatir minyak tercecer di mana-mana mencemari lingkungan. Tips ini juga bisa diterapkan pada makanan berminyak lain, seperti santan, lemak daging, dan mentega.

Contributed by Ady Nugroho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar