Senin, 31 Agustus 2015

Peduli Lingkungan Lewat Pakaian Bekas


Peduli lingkungan bukanlah tema yang ‘aneh’ di kehidupan masyarakat masa kini. Semakin banyak orang sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan daur ulang.

Untungnya, kegiatan peduli lingkungan ini semakin dapat dilakukan melalui hal-hal rutin dalam keseharian kita. Kita semua bisa secara berkala menjaga lingkungan melalui barang-barang yang kita gunakan sehari-hari, tentunya dimulai dari membuang sampah pada tempatnya.

Para pembaca tentu tahu bahwa pakaian yang kita pakai setiap hari kebanyakan berasal dari alam. Jenis kain seperti katun, wol, sutra, dan linen merupakan kain berbahan serat alami, termasuk pula kain yang terbuat dari serat bambu. Nah, ada kalanya para pembaca memiliki banyak pakaian yang tidak dapat dipakai lagi atau sudah tidak sesuai selera lagi. Selain disumbangkan, pakaian-pakaian bekas ini dapat didaur ulang dan dikembalikan lagi ke sumbernya, yakni alam. Bagaimana caranya? Pengomposan. Caranya mudah, Anda cukup berbekal pengetahuan dasar pembuatan kompos dan cara kerja mesin cuci untuk menghilangkan kontaminan beracun dari pakaian.

Ya, pakaian berbahan serat alami dapat didaur ulang dan dengan melakukan hal ini, para pembaca telah melakukan kegiatan ramah lingkungan melalui barang-barang dipakai setiap hari. Pengomposan juga tidak hanya untuk pakaian, tapi juga berlaku untuk kain lainnya, seperti kain taplak meja, selimut, sarung bantal, dan lainnya, asalkan terbuat dari bahan dasar alami.

Kebanyakan pakaian dan kain bekas, baik untuk disumbangkan maupun dikomposkan, masih memiliki sisa noda, lemak makanan, atau bercak minyak.  Oleh sebab itu, sebelum dikomposkan, pakaian ini harus terlebih dulu dicuci untuk menghilangkan zat-zat asing yang terkandung di dalam noda. Kalau dibiarkan, zat-zat ini akan mengganggu dan malah mengontaminasi hasil kompos di kemudian hari.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, gunakan mesin cuci untuk mencuci pakaian terlebih dulu. Terutama untuk pakaian atau kain yang sering dicuci kering (dry clean), cuci basah terlebih dulu untuk menghilangkan sisa-sisa noda dan zat kimia pada kain tersebut. Selain memastikan cara kerja mesin cuci yang sesuai terlebih dulu, pastikan Anda memisahkan pakaian atau kain sesuai bahannya.

Saat mencuci, hindari menggunakan terlalu banyak deterjen. Apabila kebanyakan, sisa-sisa deterjen tersebut akan menyisa di pakaian dan malah meninggalkan zat-zat kimia lain pada pakaian yang akan didaur ulang.

Untuk kain dengan noda minyak, gunakan deterjen cair yang mampu mengangkat noda dari kain. Kemudian sesuaikan dengan cara kerja mesin cuci Anda. Sebagai alternatif, menggunakan sampo, cuka putih, dan perasan jeruk lemon juga dapat menghilangkan noda minyak pada pakaian dan kain. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Campur cuka putih atau perasan jeruk lemon dan air biasa dengan perbandingan 1:2.
  • Jika noda hanya mengenai area kecil pada kain, cukup gunakan 2 sendok makan cuka putih atau perasan jeruk lemon sebanyak 4 sendok makan.
  • Celupkan bagian kain yang terkena noda.
  • Remas-remas kain secara perlahan selama 1 menit.
  • Rendam bagian tersebut selama 5 menit.

Secara keseluruhan, kegiatan ini dapat membantu mendaur ulang pakaian dan kain sehari-hari, membantu kegiatan bercocok tanam, dan terutama membantu mengurangi jumlah pakaian bekas di rumah. Selamat mencoba!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar