Selasa, 02 Juni 2015

Manshiyat Nasser ‘The Garbage City’


Kairo, ibukota Negara Mesir, merupakan salah satu daerah perkotaan terbesar di dunia, dihuni oleh lebih dari 6,5 juta penduduk dan sekitar 18 juta orang lainnya tinggal di wilayah sekitarnya.

Kairo menghasilkan kurang lebih 9.000 ton sampah setiap harinya, namun (sebelum tahun 2003) tidak memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu yang dikelola secara resmi oleh pemerintah.

Berpuluh-puluh tahun lamanya sampah di Kota Kairo dikelola secara informal oleh sebuah kaum yang dikenal dengan nama ‘Zabbaleen’. Kaum Zabbaleen setiap hari mengumpulkan sampah menggunakan gerobak dan truk, baik yang diambil langsung ‘door to door’ dari penduduk maupun yang dikumpulkan dari setiap sudut Kota Kairo. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke sebuah tempat, yang juga merupakan tempat tinggal mereka, Manshiyat Nasser.

Di Manshiyat Nasser, sampah kemudian dipilah, sampah yang bisa didaur ulang dijual ke Industri Daur Ulang. Meskipun dikelola secara tradisional, tingkat efektifitas daur ulang sampah mencapai 80%, hanya 20% yang dibuang ke TPA.

Manshiyat Nasser saat ini dihuni oleh kurang lebih 60.000-70.000 kaum Zabbaleen. Kota ini hampir tidak mempunyai saluran pembuangan air dan jaringan listrik.

Manshiyat Nasser

Manshiyat Nasser

Manshiyat Nasser

Manshiyat Nasser

Photo courtesy of: www.dailymail.co.uk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar