Jumat, 29 Maret 2013

Bank Sampah Dinilai Tak Menguntungkan


Judul di atas sebetulnya adalah judul sebuah artikel di kolom Aspirasi, di halaman 3, Harian Tangsel Pos, Kamis, 28 Maret 2013 (kutipan artikel dalam bentuk image, kami lampirkan, seperti yang terlihat di samping kiri). 


Jika memang harapannya mendapatkan keuntungan materi dalam jumlah besar, sepertinya sulit untuk terwujud jika hanya mengelola sampah an-organik skala rumah tangga. Namun bukan suatu hal yang mustahil akan mendapatkan keuntungan berlipat jika sampah yang dikelola jumlahnya besar. Terbukti dengan banyaknya warga masyarakat yang terjun menggeluti usaha pengelolaan sampah an-organik, atau biasa disebut dengan usaha Lapak Sampah. 



Namun, perlu kiranya dipahami bersama bahwa inti atau output yang diharapkan dari pengelolaan sampah melalui Bank Sampah adalah tumbuhnya kesadaran dan perubahan perilaku serta sudut pandang masyarakat terhadap permasalahan sampah. Keuntungan materi yang didapat akibat dari proses pengelolaan sampah yang terjadi, tidak menjadi fokus utama. 



Jika bijak dalam mengelola sampah, tentunya selain tercipta lingkungan yang nyaman, bersih dan sehat, akan didapatkan pula keuntungan secara materi karena pada hakikatnya sampah mempunyai nilai keekonomian.



Menanggapi soal terbatasnya lahan untuk menampung sampah, menurut hemat kami, pandangan seperti itu muncul dikarenakan kecenderungan melihat suatu persoalan dari sisi kekurangannya terlebih dahulu dan terkesan pesimistis (kemungkinan besar ketika bicara sampah, yang langsung terbayang dalam benak adalah tumpukan sampah di pasar, di tempat penampungan sampah atau di lapak-lapak, bau dan kotor), padahal jika dicermati lebih lanjut, sampah skala rumah tangga jumlahnya amatlah terbatas, dan tidak akan memakan tempat yang terlalu besar. Itu pun akan teratasi dengan pengaturan waktu penimbangan di Bank Sampah.



Berdasarkan pengalaman yang kami alami selama memotivasi dan memfasilitasi pendirian Bank Sampah Melati Bersih dibeberapa wilayah di Kota Tangerang Selatan, kami pun menghadapi kendala yang hampir sama seperti yang tertulis dalam artikel terlampir. Syukur Alhamdulillah, kendala yang ada bisa teratasi karena kerjasama dan kesepahaman yang terjalin kuat dengan mitra-mitra kami, baik Pengurus Bank Sampah Melati Bersih, Anggota/Nasabah, Pengepul maupun Tim Internal.



Semangat sadar terhadap lingkungan harus selalu terus ditumbuhkan dengan memberikan motivasi yang berkelanjutan. Motivasi yang ampuh adalah dengan memberikan contoh nyata dan berbagi pengalaman dengan warga masyarakat yang telah merasakan manfaat dari adanya Bank Sampah.       


Tidak ada komentar:

Posting Komentar